JAKARTA (Garudanews.id) – Sejumlah kalangan berharap agar dalam Kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 berjalan dengan adil tanpa adanya kecurangan. Baik itu dilakukan oleh kubu petahana Jokowi-Ma’ruf maupun kubu Prabowo-Sandi.
Sebab, kecurangan yang masif di ajang pesata rakyat lima tahunan akan mengundang perlawanan dari masyarakat Indonesia.
Pernyataan itu diungkapkan pakar ekonomi dan politikus senior, Rizal Ramli (RR). Untuk itu, ia juga mengingatkan kubu petahana Joko Widodo (Jokowi) untuk tidak berlaku curang pada kontestasi Pilpres 2019.
“Kalau ada yang coba-coba curang bulan April nanti, itu akhirnya akan menghadapi people power. Saya mohon maaf harus menyampaikan ini,” tegas Rizal disela-sela acara “Refleksi Malari Ganti Nahkoda Negeri?” di Kantor Seknas Prabowo-Sandi, Jalan Hos Cokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (15/1).
Rizal mengaku, dirinya melihat adanya potensi kecurangan yang telah dilakukan oleh kubu petahana Jokowi.
Namun, dia enggan menjelaskan detail kecurangan yang dimaksud.
“Soal kecurangan ini saya memang gak mau detail,” katanya.
Rizal mengharapkan agar Pilpres tahun ini tidak dinodai kecurangan apapun, karena ketidakjujuran dan ketidakadilan akan meningkatkan resiko gejolak politik setelah Pilpres.
“Oleh karena itu penting sekali Pilpres April 2019 adil dan jujur agar perubahan terjadi secara demokratis,” ucapnya.(Red)

Post a Comment