Pertimbangan Warga Disabilitas Melalui Program Kesehatan Pemkot Bekasi

Wednesday, December 26, 20180 comments

Oleh: Indah Indri Hapsari SH M Si*
Bagaimana memaknai pengertian disabilitas? Merujuk pada makna yang dilontarkan Vash (1981) misalnya, disabilitas dijelaskan sebagai kekurangan secara fisiologis, anatomis, dan psikologi yang diakibatkan karena masalah kesehatan baik akibat luka dan kecelakaan maupun alasan buruknya kesehatan saat lahir.
Wright (1960) juga melontarkan pengertian yang tidak jauh berbeda. Dalam kacamatanya, disabilitas merupakan kondisi yang tidak lengkap baik secara fisik dan mental yang berdampak pada munculnya rintangan-rintangan dalam kegiatan kesehariannnya secara terus-menerus. Sementara sesuai dengan UU No 8 Tahun 2016 tentang penyandang disabilitas, istilah tersebut diartikan sebagai kondisi keterbatasan fisik, mental, intelektual, dan sensorik dalam waktu lama dan memiliki kesulitan untuk berpartisipasi secara total di tengah-tengah masyarakat.
Akan halnya tiga makna dari tiga sumber tersebut, saya mengambil satu kesimpulan penting dan sangat mendasar dalam rangka menekan potensi disabilitas pada generasi mendatang. Kesimpulan tersebut adalah pengelolaan program kesehatan yang tidak mempertimbangkan kemaslahatan warga disabilitas akan menambah pekerjaan rumah pemerintah.
Mengapa demikian? Irwanto dkk dalam analisis situasi penyandang disabilitas di indonesia: sebuah desk-review (UI, 2010) menyebutkan, Indonesia merupakan salah satu negara dengan resiko kecatatan yang tinggi secara medis. Tingginya potensi bencana alam, rendahnya mutu layanan kesehatan, dan faktor-faktor sosial lainnya memicu peningkatan ancaman kesehatan baik berupa polio, lepra, hipertensi, jantung, stroke, kekurangan vitamin, dan penyakit-penyakit lainnya yang memungkinkan munculnya kecacatan baik jangka pendek maupun jangka panjang.
Di kota-kota besar, sama halnya seperti di Kota Bekasi, ancaman kesehatan juga dipengaruhi oleh padatnya jalur lalulintas yang mengakibatkan kecelakaan fisik dan mental. Selain itu juga dipengaruhi oleh alasan kecelakaan di dunia kerja baik di sektor industri, infrastruktur, perdagangan, jasa, dan lain sebagainya. Semua ancaman tersebut bermuara pada subtansi pengelolaan kesehatan. Pengelolaan kesehatan yang baik dan benar dapat menekan peluang kecacatan baik secara fisik maupun mental.
Maka, hadirnya Kartu Sehat, yang merupakan program nyata Walikota Bekasi, Rahmat Effendi untuk mengelola jaminan kesehatan warganya merupakan sebuah kontribusi nyata untuk warga disabilitas. Kartu Sehat yang oleh sebagian orang dinilai hanya program populer dan sangat politis sesungguhnya merupakan karya subtanstif Rahmat Effendi untuk mewujudkan Bekasi yang sehat dan mampu menekan kecatatan warganya.
Hadirnya Kartu Sehat membuat warga bisa mendapatkan layanan kesehatan secara gratis. Adanya Kartu Sehat memungkinkan warga Bekasi untuk mendapatkan layanan kesehatan secara cepat. Agar dapat ditangani dengan segera. Agar kiranya kecelakaan yang menimpa warga Bekasi tertentu bisa memperoleh penanganan kesehatan dengan baik sehingga tidak mengakibatkan kecacatan. Dan tentunya diharapkan agar generasi Kota Bekasi mendatang bisa lahir secara sehat tanpa cacat fisik dan mental.
Memang, tak mudah mengelola program jaminan kesehatan masyarakat. Konon lagi, jumlah penduduk Kota Bekasi tak sedikit. Namun sampai saat ini, Pemerintah Kota Bekasi masih berkomitmen tinggi untuk menopang keberlanjutan program tersebut. Hanya skema layanannya saja yang diubah dengan tujuan agar rumah-rumah sakit pemerintah dapat dioptimalkan dan diefisienkan dalam penyelenggaran kesehatan.

Misalnya, prosedur penggunaan Kartu Sehat di Kota Bekasi saat ini harus mendapatkan rujukan dari Puskesmas dimana yang bersangkutan tinggal. Kecuali untuk kategori emergency. Pemerintah Kota Bekasi masih memberikan peluang penanganan kesehatan di rumah sakit manapun dan dengan biaya berapapun. Semuanya akan difasilitasi oleh pemerintah. Lagipula, pelayanan kesehatan di Puskemas, Rumah Sakit tipe D, hingga RSUD di Kota Bekasi saat ini juga sudah sangat baik. Tenaga medisnya sudah terampil. Ketersedian fasilitas juga memadai. Pengembangannya terus dilakukan dengan harapan semua warga terlayani.


Share this article :

Post a Comment

 
Support : Dimzz Devlopment | Dhimas Aditya | DimzzDev
Copyright © 2011. LAMI Jawa Barat - All Rights Reserved
Template Created by Dhimas Aditya Published by Dimzz Development
Proudly powered by Blogger